thank the Lord

Novieta's posts with tag: learn

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag learn
Blog EntrymatahariApr 23, '08 3:25 PM
for everyone
matahari
hangatnya membelaiku
sinarnya menyelimutiku

matahari
panasnya menyengatku
cahayanya menyilaukan

jangan lupakan
betapa lama kau menanti-nanti
dan merindukannya

(luaammaaaaaa lho 'bok, wis beku tulang2 rasanya)


Blog Entryranjit vs linda dsds (indo)Mar 21, '08 7:26 PM
for everyone
hmmmmmm, mulai dari mana ya............

dsds itu acara nyari penyanyi baru di jerman, semacam indonesien idol. beberapa minggu lalu mulailah dsds dengan acara recallnya (saat ini sudah masuk mottoshow). saya bukan penggemar dsds, cuma sekedar tahu dikit2 saja. kebetulan saat acara recall saya nonton, ada seorang peserta yang bernama linda, masih muda, baru 16 tahun, lumayan bagus suaranya, ibunya seorang penyanyi juga dan dari keluarga berada. saat acara recall dimana dia harus berduet dengan seorang peserta yang lain, dia begitu emosional, sampe tidak tidur semalaman (mereka semua nginap di hotel berbintang) dan  pada hari h-nya sampe nangis2 di panggung, sampai2 giliran mereka harus dicancel, dia dibimbing ekstra, dihibur2, pokok singkat kata seakan-akan dunia si linda ini hampir runtuh. si ibu yang sedang menonton ikut nangis2 dan berkomentar, ' kasihan anakku, begitu menderita, selama ini belum pernah dia semenderita ini'. pada saat si linda diwawancara ada kata2nya yang menempel dikepala saya, 'tekanan ini sangat berat, saya tidak kuat lagi'

saat itulah saya teringat acara di tv yang saya tonton beberapa hari sebelumnya, tentang Ranjit, anak jalanan di India, masih muda, baru 14 tahun. dia terpisah dari keluarganya saat terjadi bencana alam 2 tahun sebelumnya, jadi saat dia berusia 12 tahun. dia kehilangan jejak keluarga dan menjadi anak jalanan.

Ranjit bisa dibilang 'kepala gang', anak2 yang lain (sekitar 8 orang) hormat pada dia, bukan karena dia jago berkelahi atau semacamnya, tapi karena dia memang punya karisma pemimpin dan sifat ngemong. misalnya saat teman baiknya si Ajay, 14 tahun, ditipu majikannya dengan tidak menggajinya selama 3 bulan kerja, datanglah si Ranjit ini untuk membicarakan masalah tsb (dengan hormat), hasilnya..... yah si Ajay dipecat dan mendapat gaji cuma 1 bulan. Ajay bercerita, bagaimana dia muak dengan posisinya sebagai orang kecil yang selalu diinjak2 dan bagaimana dia begitu setia pada Ranjit karena Ranjit menyelamatkan nyawanya pada saat dia masih bekerja pada majikan yang terdahulu, dia dipukul dan disiksa sampai bekas2 luka penuh dibadannya. Ranjitlah yang membawanya lari meloncat tembok dan merawat dia sampai sembuh. Ada lagi si Deepak,13 tahun, yang bahkan memanggil Ranjit dengan sebutan papi, dia tidak pernah kenal siapa bapaknya dan disiksa bapak tirinya sejak kecil sampai dia lari dari rumah. lalu datanglah seorang lagi anak berumur 7 tahun yang baru saja lari dari rumah karena dipukuli bapak tirinya juga, anak ini juga diserahkan ke tangan Ranjit oleh orang2 sekitar.

Dari titik dimana Ajay dipecat, ada ide dari Ranjit untuk berwiraswasta dengan membuka kedai Chai-tee (teh berbumbu khas india). mereka membicarakan ide itu dengan semangat dan harapan yang bisa meluluhkan gunung, akhirnya mereka memutuskan untuk mewujudkannya dengan Ranjit sebagai motornya. lalu mereka mulai ke pasar, mendatangi kedai Chai-tee dan bertanya2 tentang besarnya modal dan keperluan alat2. Mereka memerlukan sekitar 2500 rupee untuk modal pertama. langkah pertama yang dilakukan Ranjit adalah mendatangi NGO yang mengurusi anak jalanan untuk mendaftar sebagai penerima bantuan modal. hal yang tidak gampang karena mereka tidak mempunyai pengalaman berdagang, tidak mempunyai bayangan atau rencana yang matang. semangat dan harapan kembali ke titik nol

setelah diskusi panjang lebar, tinggi dan dalam, Ranjit memutuskan bahwa mereka harus bekerja untuk mendapatkan modal tersebut. mulailah anak2 itu mencari pekerjaan ganda, dari pagi sampai tengah malam. bekerja sekitar 16 jam sehari selama 3 hari baru satu anak mendapat sekitar 15 rupee. mereka sering duduk malam2 dan membicarakan bagaimana impian mereka begitu jauuuhhhhhhhh. bagaimana mereka mengirit untuk makan (yang memang sudah kurang) dan bagaimana kegembiraan mendapat gaji dan keinginan nonton bioskop setelah begitu lelah bekerja tetapi terkalahkan dengan bayangan menambah tabungan, bagaimana seorang demi seorang meneteskan airmata begitu mentrenyuhkan hati.
singkatnya setelah sekitar 3 bulan mereka mengumpulkan sekitar 1/3 dari jumlah yang diperlukan, kembalilah Ranjit mendatangi NGO untuk bertanya apakah mereka dapat mendapat bantuan untuk sisa kekurangannya. setelah dirapatkan dan dilihat bagaimana anak2 ini gigih berusaha, diputuskan mereka mendapat bantuan untuk sisa kekurangannya. Bagaimana saya juga hampir melompat kegirangan kalau tidak ingat ini bukan siaran live.

dengan riang mereka mencari tempat untuk berjualan, setelah menemukan yang kira2 cocok, ternyata anak2 ini tidak memperhitungkan biaya sewa warung pinggir jalan, dan sewa untuk sebulan saja jauh lebih besar dari uang modal pertama. semangat dan harapan kembali ke titik nol. betapa anak2 ini hampir putus asa, sampai jauh tengah malam dan berhari2 setelahnya mereka membicarakan hal tersebut, bagaimana yang satu sudah putus asa dan lelah, yang satu begitu marah dengan keadaan, yang lain begitu sedih sampai tidak bisa ngomong, betapa diskusi2 tentang pemecahan masalah ini begitu intensif, panas dan tidak berharapan.

Akhirnya diputuskan untuk mendagangkan Chai-tee secara keliling dengan pos pembuatan diemper tidur mereka. betapa anak2 ini begitu nervous pada hari pertama, bangun begitu pagi, memasak tee (Ranjit bertanggung jawab untuk resep pembuatan) yang satu malu2, yang lain teriak2, yang satu bingung menjuali, dll, betapa saya juga ingin membeli teh mereka.

Saat mereka sedang mengumpulkan modal, Ranjit memulai usahanya mencari keluarganya kembali (selama ini dia tidak melakukannya karena takut mendengar kabar bahwa keluarganya tidak selamat dari bencana alam). 2 hari setelah berjualan datang kabar bahwa jejak keluarganya diketahui, bahwa semua keluarganya selamat dan bapak-ibu-adiknya yang terkecil (adik kesayangannya) akan datang dalam beberapa untuk menjenguknya.

bagaimana Ranjit begitu tegang, bagaimana Ajay dan Deepak ikut tegang. betapa mengharukan pertemuan itu, anak yang dikira mati, keluarga yang dikira musnah. 3 hari keluarga Ranjit tinggal dikota itu, Ranjit dengan bangga menceritakan usaha Chai-tee yang baru dimulai, tapiiiiiiiiiii............... bapak-ibunya ingin Ranjit ikut dengan mereka.

Jadilah seakan2 semuanya dimulai lagi dari awal. anak2 begitu bingung bagai anak ayam tanpa induk, betapa Ranjit begitu tertekan, sampai dimalam ke2 Ranjit begitu saja menghilang semalaman. hal yang tak pernah terjadi sebelumnya. betapa anak2 sangat bingung sampai tidak tidur. saat Ranjit datang pagi harinya, semua anak2 penasaran apa yang terjadi, Ranjit yang selalu terlihat tegar, menangis. Ia hanya ingin sendiri mempertimbangkan semuanya, ia duduk di bioskop semalaman, berpikir. Semua anak2 mengatakan usaha akan gagal kalau dia pergi, Ranjit tidak dapat mengerti dan mencoba menyakinkan mereka kalau usaha akan baik2 saja tanpa dia karena semua toh sudah ada. tapi anak2 menyangkal hal tersebut, karena terbukti tanpa Ranjit penjualan selama 2 hari jauh menurun. Ranjit pergi ke keluarganya tanpa mengatakan apa2. keesokan harinya mereka ber4 berangkat ke stasiun dan mereka pergi tanpa Ranjit. betapa inginnya Ranjit ikut pergi tapi dia bertekad untuk pulang dengan membawa hasil dan betapa dia tidak ingin meninggalkan teman2nya dalam kesusahan.

begitu seorang anak, 14 tahun, menanggung bukan hanya beban hidupnya seorang diri, tetapi juga beban teman2 dan keluarga.

dan betapa saya membandingkan Ranjit yang berjuang untuk hidup dengan linda yang nothing to lose ikut recall untuk menjadi bintang (baca: menjadi terkenal)
dan betapa saya membandingkan Ranjit yang tidak pernah mengucapkan betapa besar beban yang sedang ditanggungnya dengan linda yang dunianya hampir runtuh karena bersaing menyanyi untuk masuk 70 besar.
dan betapa saya membandingkan ibu Ranjit yang dengan tangis melepas tangan anaknya sampai kereta berjalan, begitu berhasil mendidik anaknya dalam waktu 12 tahun, dengan ibu linda yang begitu berhasil memanjakan anaknya sampai2 untuk menjalani proses recall kayaknya hampir mati
dan betapa saya melihat Ranjit akan menjadi seorang yang berhasil satu hari nanti. jika saya seorang bos yang sedang mencari penerus untuk usaha saya, saya akan mengambilnya (beserta dengan semua teman2nya jika perlu), seorang dengan potensi yang sedemikian besar di jaman seperti ini, sungguh seperti permata yang belum terasah tapi sudah berkilau
dan betapa saya mengucap syukur yang tidak habis2nya pada Tuhan Yesus, bahwa keadaanku sungguh sangat baik, dan betapa semua orang yang membaca halaman ini juga sangat baik keadaannya.

Blog Entrylearn tagFeb 19, '08 4:16 PM
for everyone
Dies neues Tag, learn, nutze ich um meine Gedanke mitzuteilen, was ich gerade zum Leben (wieder) neu gelernt. uraltes Thema, das immer aktuell ist, solange wir noch in der Welt leben. ich erwarte nichts vom Leser, aber schön wäre, wenn es euch auch ein Impuls geworden ist.

Tag yang baru, learn, cuma ingin kupakai buat menuang pikiran yang ada, belajar (lagi) tentang kehidupan. toh tema ini akan terus aktual selama kita masih hidup di dunia. aku tidak menanti reaksi apapun untuk tulisan2 disini cuma sudah puas jikalau pikiran ini juga menjadi impuls untuk kalian.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.